Rabu, 21 November 2012

Perhatikan Ini Jika Ingin Berlatih Lari !

Tidak sulit untuk mencoba olahraga lari. Meski Anda tidak terbiasa melakukannya sekali pun, lari atau jogging dapat dengan mudah Anda kuasai dan terapkan secara rutin.

Bersepeda 10-20 kilometer per hari mungkin sudah biasa Anda lakukan, tetapi berlari 10-20 kilometer per hari bisa menjadi hal yang berbeda. Namun bukan berarti Anda bisa langsung mencoba berlari sejauh itu tanpa persiapan khusus.
Berikut langkah-langkah praktis terbaik yang wajib Anda perhatikan sebelum mulai olahraga lari.
Rencanakan Jadwal Berlari dalam Seminggu.
Frekuensi berlari yang disarankan untuk pemula adalah 2-3 kali seminggu dengan durasi 20-30 menit per sesi latihan. Beri jeda sehari agar proses pemulihan tubuh Anda lebih optimal. Jika waktu Anda terbatas, sempatkanlah berlaridi pagi hari sebelum berangkat kerja.
Gunakan Sepatu Khusus Berlari
Sepatu lari yang baik bukan berarti yang harganya mahal, tetapi jangan juga membeli sepatu yang terlalu murah. Sepatu yang tidak sesuai dapat meningkatkan risiko cedera. Jika Anda memilih berlari outdoor dengan berbagai kondisi medan, pilihlah sepatu lari jenis all-terrain dengan daya cengkeram yang kuat (traction).
Gunakan Kostum Berwarna Terang
Terutama sekali saat Anda berlari outdoor. Ini diperlukan agar orang lain dapat melihat Anda dengan mudah. Terutama jika Anda berada di jalur kendaraan bermotor.
Jangan Makan Besar Sebelum Berlari
Tubuh Anda memerlukan waktu 2-3 jam untuk mencerna makanan dengan baik. Jika Anda berlari setelah makan besar, maka risiko kram perut atau bahkan pusing dan muntah bisa saja Anda alami.
Lakukan Pemanasan Sebelum Berlari
Agar terhindar dari cedera, selalu lakukan pemanasan sebelum berlari, apalagi jika Anda seorang pemula. Lakukan jogging ringan atau jalan kaki selama beberapa menit untuk mempersiapkan otot-otot Anda.
Terhidrasi dengan Baik selama Latihan
Minumlah cukup air sebelum, selama dan sesudah berlari. Menjaga tubuh tetap terhidrasi bisa mengurangi risiko kram otot sekaligus dapat mengganti cairan tubuh yang hilang selama berlari. Konsumsilah minuman elektrolit untuk menggantikan ion tubuh yang hilang, terutama jika Anda berlari lebih dari 45 menit.
Lakukan Peregangan Sebelum dan Sesudah Berlari
Jika tidak Anda lakukan, maka risiko terkilir, keseleo, atau kram kaki akan mudah terjadi, terutama sekali pada pelari sprint. Regangkan otot Anda, terutama otot kaki dan tahan selam 15-20 detik. Berikut  contoh gerakan peregangan sebelum dan sesudah berlari.
  • Berdiri menghadap dinding dengan jarak sekitar 1 meter. Lalu bertumpulah ke dinding dengan kedua telapak tangan dan langkahkan salah satu ke depan sehingga kaki yang di belakang lurus meregang. Ulangi pada masing-masing kaki.
  • Sambil berdiri, tekuk salah satu kaki ke belakang hingga tumit menyentuh pantat. Tahan dengan tangan. Ulangi pada masing-masing kaki.
  • Berdiri di depan meja / palang setinggi pinggul dengan jarak sekitar 1 meter. Angkat salah satu kaki ke atas meja / palang dan membungkuklah ke depan. Ulangi pada masing-masing kaki.
Kuasai Teknik Dasar Berlari yang Benar
Saat berlari, ayunan kedua tangan di samping badan harus sejajar pinggang. Jangan mengayun kedua tangan di depan dada. Jangan berlari secara melompat. Usahakan mendarat dengan lembut untuk mengurangi tekanan pada lutut.
Para ahli menyatakan langkah kaki yang benar saat berlari adalah menjejak dengan jari kaki dan mendarat dengan tumit. Teknik ini membuat lari lebih efisien sekaligus meminimalisir  tekanan dan hentakan pada pergelangan kaki dan lutut.
Kuasai Teknik Pernapasan
Teknik bernapas terbaik saat berlari adalah tarik napas lewat hidung, kembangkan paru-paru sepenuhnya, lalu hembuskan napas lewat mulut. Teknik ini sangat tepat untuk pelari sprint. Hidung merupakan filter udara yang baik sementara hembusan mulut akan lebih banyak membuang karbondioksida dan panas tubuh.
Tariklah napas saat kaki kanan menapak ke depan dan hembuskan napas saat kaki kiri menapak tanah. Cara ini untuk menghindari kram perut. Alasannya, jika napas dihembuskan saat kaki kanan menapak tanah maka liver (organ hati) yang berada di sebelah kanan tubuh akan mengalami tekanan ke bawah sehingga menghentak diafragma dan menyebabkan kram perut.

Sumber : http://duniafitnes.com/fitness-2/perhatikan-ini-jika-ingin-berlatih-lari.html

5 Cara Mempererat Hubungan Dengan Konsumen

5 Cara mempererat hubungan dengan konsumen 

Memperkuat hubungan dengan seseorang adalah hal yang sangat penting, apalagi dalam dunia bisnis khususnya seorang pelanggan bisnis kita. Pelanggan akan merasakan nyaman dan mempunyai hubungan baik dengan kita secara khusus akan berdampak pada kelangsungan hubungan bisnis. Ada 5 jalan untuk mempererat hubungan dengan pelanggan, yaitu ; 

1. Pelanggan harus diyakinkan dan merasa di pedulikan, dan ini sangat penting sekali. Pelanggan harus merasa bahwa salesmen atau karyawan kita memperdulikan mereka. Dan ada banyak hal bagaimana menunjukkan kepedulian kita tersebut. Dan tentu saja pemilik bisnis dan para karyawan dapat menggunakan beberapa cara untuk melakukannya.

 2. Menghargakan berbagai produk/ jasa secara wajar adalah wajar jika kita menghendaki untuk mendapatkan laba yang tinggi dalam sebuah transaksi bisnis, tetapi sangat penting untuk mengukur harga yang wajar dan pada tingkat mana konsumen bersedia membayar sehingga kita mendapatkan profit dan konsumen juga merasa puas dengan barang yang ia dapatkan. Artinya disini, kita tidak hanya sekedar berfikir bagaimana mendapatkan keuntungan setinggi-tingginya, tetapi kita juga harus berfikir apakah konsumen mendapatkan kepuasan terhadap nilai produk/ jasa jika dibandingkan dengan harga yang telah ia bayar.

3. Usahakan supaya pelanggan mengingat kita dan alamat usaha kita. Karena tentu saja konsumen tidak akan bertransaksi dengan kita pada kali berikutnya jika ia lupa dimana alamat usaha kita. Promosi dan iklan, termasuk membagikan kartu nama dapat membantu dalam hal ini. Selain itu, usahakan mempunyai katalog dan price list-nya, karena costume pasti ingin mengetahui produk-produk lainnya yang yang kita miliki.

4. Jaga kebersihan dan kerapian toko dan gudang. Karena seseorang akan enggan untuk berbelanja di toko yang kotor, atau mungkin kelihatan tidak aman dan tidak sedap dipandang mata. Karena, pelanggan akan menceritakan kondisi toko kita kepada orang lain, entah itu kotor atau bersih.

5. Penting bagi karyawan untuk mempersiapkan diri mereka, termasuk kerapian dan mungkin dandanan yang cantik. Ini tidak berarti mereka harus berdandan bak fotomodel atau menggunakan make-up yang berlebihan. Paling tidak mereka harus terlihat bersih dan rapi, termasuk menjaga jangan sampai ada bau badan atau bau mulut, apalagi dalam profesi mereka sebagai seorang penjual profesional.
Dengan beberapa tips sederhana ini, sebuah bisnis dan karyawan pendukungnya akan membuat hubungan dengan pelanggan semakin erat. Hal ini akan membuat pelanggan selalu ingin berbelanja di toko tertentu, dan mereka akan kembali lagi dilain waktu. Dan mereka akan semakin berbelanja banyak barang di toko tersebut, dan secara otomatis membantu owner bisnis untuk menghasilkan profit yang lebih besar.

Sumber : http://cipta.web.id/cpWeb/2011/10/19/5-cara-untuk-mempererat-hubungan-dengan-pelanggan/

Pemahaman Tentang Bisnis Internasional

international business is all commercial transactions – private and governmental; sales, investment, and transportation – that take a place between two or more countries.”


Bisnis internasional, bahwa bisnis internasional pada dasarnya merupakan sebuah aktifitas komersial yang berorientasi pada keuntungan dan terjadi diantara dua atau lebih Negara. Menurut Moyer, bisnis internasional merupakan suatu arena aktiftas yang mempertemukan banyak aspek, dari aspek ekonomi itu sendiri semisal marketing, keungan, akuntansi dan hubungan tenaga kerja, juga aspek non ekonomi yaitu antropologi budaya dan ilmu politik. Sejauh ini, penulis mendapati sebuah siratan kompleks dari bisnis internasional, karena luasnya aspek yang ada ditmabah dengan keadaan dunia internasional kini akibat globalisasi.
Menurut Ronald Nangoi, bisnis internasional awalnya bermula dari intensnya perdagangan internasional itu sendiri, adanya jual beli komoditi antar negara namun lambat laun terdapat pergeseran konsep dari absolute advantage ke konsep comparative advantage yang akhirnya menjadikan bisnis internasional bukan hanya perkara ekspor-impor tapi juga adanya penanaman modal.

Ruang lingkup bisnis internasional menyangkut beberapa hal, yaitu perihal bentuk-bentuk bisnis internasional itu sendiri, semacam kegiatan ekspor-impor, portofolio investasi, adanya Foreign Direct Invesment, juga bentuk waralaba atau franchise, joint-ownership ventures,  dan lisensi[6]. Beberapa hal yang telah disebutkan ini pada dasarnya berkaitan dengan bentuk-bentuk aplikatif bisnis internasional, namun secara teoritik terdapat banyak hal lain yang tidak akan terlepas dari bahasan bisnis internasional, seperti adanya pemahaman pola interest yang berkala akan berubah, pengaruh sebuah brand, perbedaan sistem ekonomi antar negara dan regulasi peraturan interansional yang berlaku. Beberapa poin ini akan selalu menjadi pokok pikiran khusus ketika membahas mengenai bisnis internasional.

Sejarah Bisnis Internasional 
Sebelum masehi pedagang Venezia dan Yunani mengirim wakil-wakil ke luar negeri untuk menjual barang-barang mereka. Tahun 1600 British East India Company, sebuah perusahaan dagang yang baru dibentuk, mendirikan cabang-cabang di luar negeri di seluruh Asia. Pada saat yang sama sejumlah perusahaan Belanda yang di bentuk pada tahun 1590 membuka rute-rute perjalanan ke timur bergabung untuk membentuk Dutch East India Company dan juga membuka kantor-kantor cabang di Asia. Para pedagang colonial Amerika mulai beroprasi dengan model yang sama pada tahun 1700an. 

Contoh-contoh investasi langsung luar negeri Amerika yang mula-mula adalah perkebunan-perkebunan Inggris yang dibentuk oleh Colt Fire Arms and Ford yang didirikan sebelum perang saudara. Namun kedua operasi itu gagal hanya setelah beberapa tahun kemudian. 

Perusahaan Amerika pertama yang berhasil memasuki produksi luar negeri adalah pabrik yang didirikan di Skotlandia oleh Singer Sewling Machine pada tahun 1868. Pada tahun 1880, Singer telah menjadi organisasi dunia dengan organisasi penjualan luar negeri yang luar biasa dan beberapa pabrik pemanufakturan di luar negeri. Perusahaan-perusahaan lainnya segera menyusul, dan pada tahun 1914 paling sedikit 37 perusahaan amerika memiliki fasilitas produksi di dua atau tiga lokasi di luar negeri.
Tahun 1919, General Electric mulaimenanamkan modal di luar negeri.Tahun 1920, General Motor and Chryslermelakukan operasi luar negeri.
Tahap-Tahap Dalam Memasuki Bisnis InternasionalPerusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Adapun tahap tersebut secara kronologis adalah sebagai berikut :
1. Ekspor Insidentil
2. Ekspor Aktif
3. Penjualan Lisensi
4. Franchising
5. Pemasaran di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
Bidang Kegiatan Bisnis Internasional :Lingkungan Domestik, termasuk sosio ekonomi, sosio cultural, politik, hokum, pemerintahan, persaingan ,fisik, tenaga kerja, keuangan, teknologi, Lingkungan Luar Negeri, termasuk sosio ekonomik, sosio cultural, politik, tenaga kerja, keuangan, teknologi dan lingkungan ekonomi.
Jadi secara umum Bisnis internasional adalah bisnis yang melibatkan penyeberangan batas-batas Negara.Kekuatan yang mendasari bisnis internasional berorientasi pada manajemen oriented. Orientasi adalah asumsi atau keyakinan, yang seringkali tidak disadari, mengenai sifat dunia ini. Dalam hal ini ada tiga orientasi yang menjadi pedoman dalam bisnis internasional yaitu etnosentris, polisentris, geosentris yang kemudian diperluas menjadi regiosentris.

Sumber :

http://buahpikir-claudya-fisip09.web.unair.ac.id/artikel_detail-42976-economic%20world-Memahami%20Bisnis%20Internasional.html 

http://lenypunya.blogspot.com/2012/06/makalah-bisnis-internasional.html