Selasa, 23 Oktober 2012

5 Tips Investasi Reksadana

Krisis saham di berbagai belahan dunia membuat orang panik dan khawatir dengan nilai investasinya yang mereka pikir makin berkurang. Namun sebenarnya kekhawatiran itu tidak perlu terjadi jika seseorang memiliki pemahaman yang baik mengenai prinsip berinvestasi. Salah satu instrumen investasi yang banyak diminati orang terutama pekerja ialah reksadana.

Reksadana bisa didefinisikan sebagai sarana investasi untuk meraih tujuan keuangan yang bervariasi, bisa jangka pendek dan jangka panjang. Dua hal yang harus dilakukan sebelum berinvestasi ialah menetapkan tujuan keuangan dan jangka waktu yang diperlukan dalam mencapainya.
Berikut ialah sekilas mengenai petunjuk berinvestasi dalam bentuk reksadana yang bisa dibagi dalam lima poin ringkas seperti yang dikemukakan oleh Lisa Soemarto, penasihat keuangan senior.



Poin 1: Kenali profil risiko
Agar mudah dalam membuat alokasi investasi, kenali tipe profil risiko Anda: konservatif, moderat, atau agresif. Bagi yang konservatif, bisa gunakan reksadana saham dan campuran. Bagi yang moderat, bisa mencoba reksadan saham dan campuran pada awalnya, lalu berkembang ke reksadana saham dengan menambah porsinya secara bertahap. 

Poin 2: Diversifikasi reksadana
Diversifikasi reksadana dengan membeli dari beberapa manajer investasi (MI) untuk menekan risiko yang ada. Pilih MI dengan pengalaman yang memadai dalam menerbitkan dan mengatur reksadana setidaknya selama 3 tahun.
Poin 3: Susun perencanaan keuangan
Bagi yang ingin hasil maksimal, perencanaan keuangan harus dilakukan. Dengan disusunnya perencanaan keuangan yang baik, Anda akan dapat menentukan dana yang dialokasikan. Perencanaan keuangan biasanya mencakup kalkulasi biaya asuransi, dana darurat, perencanaan waris atas aset dan kekayaan Anda.

Poin 4: Disiplin dalam membeli reksadana
Belilah reksadana secara rutin per bulan sesuai perencanaan yang dibuat. Sehingga saat bursa saham terjun bebas, Anda akan dapatkan harga reksadana yang lebih rendah dan akan melambung ketika pasar pulih seperti sediakala.

Poin 5: Jaga agar arus kas bulanan selalu positif
Percuma berinvestasi sebesar apapun jika keadaan keuangan Anda per bulan kurang tertata.  Mengapa? Karena jika keadaan keuangan Anda yang ditandai dengan arus kas positif selalu terjaga, kecil kemungkinan Anda harus mencairkan investasi sebelum target yang ditetapkan di rencana. Utang untuk kebutuhan konsumsi juga harus dikelola dengan baik jika ingin merasakan dampak positif berinvestasi. Akan sia-sia saja Anda berinvestasi dengan return 25-30 persen per tahun jika Anda harus membayar bunga kartu kredit yang besarnya 36 persen.

Sumber : http://ekonomi-holic.blogspot.com/2011/12/5-tips-investasi-reksadana.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar